Blogger news

Danau Toba

HORAS MEDAN.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 10 November 2013

ALINEA


I. Pengertian Alinea

Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan.
Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal). Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.

Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun alinea pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu
1. Kalimat Utama : Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat utama adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
Ciri–ciri kalimat utama
a) Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut.
b) Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri.
c) Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain.
d) Dapat dibentuk tanpa kata sambung.

2. Kalimat Penjelas : Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberi penjelasan tentang gagasan pokok.Kalimat penjelas harus senantiasa menjabarkan gagasan yang dinyatakan dalam kalimat topik.
 Ciri–ciri kalimat penjelas:
a) Merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri.
b) Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam suatu alinea.
c) Pembentukannya menggunkan kata penghubung
d) Isi dari kalimat penjelas ini mendukung kalimat utama

II. Macam–Macam Alinea

a. Menurut fungsinya
1.      paragraf pembuka
2.      paragraf penghubung
3.      paragraf penutup

b. Menurut posisi kalimat topik :
1.      paragraf deduktif
2.      paragraf induktif
3.      paragraf deduktif – induktif
4.      paragraf tersebar

c. Berdasarkan sifat isinya :
1.      paragraf argumentasi
2.      paragraf narasi
3.      paragraf persuasi
4.      paragraf eksposisi
5.      paragraf deskripsi

III. Pola Pengembangan Alinea

Berdasarkan letak kalimat utamanya, alinea terbagi menjadi :
a)      Alinea deduktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat.
b)      Alinea induktif  : Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat.
c)      Alinea campuran : Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir.
d)     Alinea diskriptif : Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.

IV. Syarat –Syarat Alinea
1.      Kesatuan : tiap paragraf hanya mengandung satu pikiran / satu tema.
2.      Perincian dan urutan isi paragraf :
a) urutan waktu.
b) urutan logis.
c) urutan ruang.
d) urutan proses.
e) sudut pandangan/ point of view.

Sumber:

Kalimat Efektif (Turunan)


I. Pengertian Kalimat Turunan

Kata turunan adalah kata dasar yang memiliki imbuhan , baik berupa awalan , sisipan/akhiran , maupun gabungan kata . Kata turunan termasuk salah satu unsur pembentuk kalimat , selain kata dasar dalam setiap penulisan artikel .

Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan yang terdapat pada Kata Turunan.
a) Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasar.
    Contoh: bergeletar, dikelola.

b) Jika kata dasar berbentuk gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas.
Contoh: bertepuk tangan, garis bawahi

c) Jika kata dasar berbentuk gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan ditulis serangkai. Tanda hubung boleh digunakan untuk memperjelas.
Contoh: menggarisbawahi, dilipatgandakan.

d) Jika salah satu unsur gabungan hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata ditulis serangkai.
Contoh: adipati, mancanegara.

e)Jika kata dasar huruf awalnya adalah huruf kapital, diselipkan tanda hubung.
Contoh: non-Indonesia.

Secara umum, pembentukan kata turunan dengan imbuhan mengikuti aturan penulisan kata yang ada di bagian sebelumnya. Berikut adalah beberapa informasi tambahan untuk melengkapi aturan tersebut.

a) Jenis imbuhan
Jenis imbuhan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi:
1.  Imbuhan sederhana; hanya terdiri dari salah satu awalan atau akhiran.
 Awalan: me-, ber-, di-, ter-, ke-, pe-, per-, dan se-
 Akhiran: -kan, -an, -i, -lah, dan -nya

2. Imbuhan gabungan; gabungan dari lebih dari satu awalan atau akhiran.
a) ber-an
b) di-kan dan di-i
c) diper-kan dan diper-i
d) ke-an dan ke-i
e) me-kan dan me-i
f) memper-kan dan memper-i
g) pe-an
h) per-an
 i) se-an
 j) ter-kan dan ter-i

3. Imbuhan spesifik; digunakan untuk kata-kata tertentu (serapan asing).
   Akhiran: -man, -wan, -wati, dan -ita.
   Sisipan: -in-,-em-, -el-, dan -er-.

b) Awalan me-

Pembentukan dengan awalan me- memiliki aturan sebagai berikut:
1. Tetap, jika huruf pertama kata dasar adalah l, m, n, q, r, atau w.
Contoh: me- + luluh → meluluh, me- + makan → memakan.

2.  me- → mem-, jika huruf pertama kata dasar adalah b, f, p*, atau v.
Contoh: me- + baca → membaca, me- + pukul → memukul*, me- + vonis → memvonis, me- + fasilitas + i → memfasilitasi.

3. me- → men-, jika huruf pertama kata dasar adalah c, d, j, atau t*. Contoh: me- + datang → mendatang, me- + tiup → meniup*.

4. me- → meng-, jika huruf pertama kata dasar adalah huruf vokal, k*, g, h.
Contoh: me- + kikis → mengikis*, me- + gotong → menggotong, me- + hias → menghias.

5. me- → menge-, jika kata dasar hanya satu suku kata.
Contoh: me- + bom → mengebom, me- + tik → mengetik, me- + klik → mengeklik.

6.  me- → meny-, jika huruf pertama adalah s*. Contoh: me- + sapu → menyapu*.

Huruf dengan tanda * memiliki sifat-sifat khusus:

a) Dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf vokal.
Contoh: me- + tipu → menipu, me- + sapu → menyapu, me- + kira → mengira.

b) Tidak dilebur jika huruf kedua kata dasar adalah huruf konsonan.
Contoh: me- + klarifikasi → mengklarifikasi.

c)  Tidak dilebur jika kata dasar merupakan kata asing yang belum diserap secara sempurna.
Contoh: me- + konversi → mengkonversi.

Aturan khusus:

Ada beberapa aturan khusus pembentukan kata turunan, yaitu:
1. ber- + kerja → bekerja (huruf r dihilangkan)
2. ber- + ajar → belajar (huruf r digantikan l)
3. pe + perhati → pemerhati (huruf p luluh menjadi m)


Sumber:

Minggu, 27 Oktober 2013

KALIMAT EFEKTIF

KALIMAT EFEKTIF

I. Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat.

Kalimat Efektif adalah kalimat yang mengungkapakan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

II. Ciri-Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

1.Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P),objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalampemakaian struktur bahasa.

Contoh:
Eva  pergi ke kampus.
 (S)   (P)    (KT)

2. Kecermatan
Kcermatan adalah dalam pemilihan dan penggunaan kata dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).

3.Kehematan
Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimat dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, sebaliknya dikatakan tidak hemat kerena jumlah katanya terlalu banyak. Yang utama adalah seberapa banyakkah kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, tidak usah menggunakan belasan kata, kalau maksud yang dituju bisa dicapai dengan beberapa kata saja. Oleh karena itu, kata-kata yang tidak perlu bisa dihilangkan. Untuk penghematan kata-kata hal-hal berikut perlu diperhatikan.Hal ini dikarenakan, penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:

a. Menghilangkan pengulangan subjek.
b. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
c. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)

Dia sudah menunggumu sejak dari pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)

4.Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuaidengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)

5.Kesatuan atau Kepaduan
Kesatuan kalimat bisa dibentuk jika ada keselarasan antara subjek - predikat, predikat – objek, dan predikat – keterangan. Dalam penulisan tampak kalimat-kalimat yang panjang tidak mempunyai S dan P. Ada pula kalimat yang secara gramatikal mempunyai subjek yang diantarkan oleh partikel.hal seperti ini hendaknya dihindarkan oleh pemakai kalimat agar kesatuan gagasan yang hendak disampaikan dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca atau pendengar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:

a. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)

Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber optik. (efektif)

6.Keparalelan atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalamkalimat itu. Jika pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harusmenggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.

Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)

Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)

7.Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat.Untuk membentuk penekanan dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:

a. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat).

Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan)

Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)

b. Membuat urutan kata yang bertahap.

Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (benar)

c. Melakukan pengulangan kata (repetisi).

Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.

d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.

Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.

e. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.

Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud perkataanku? Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.



SUMBER:






Minggu, 20 Oktober 2013

PILIHAN KATA/DIKSI

PILIHAN KATA/DIKSI

MENGOREKSI KATA-KATA DARI VICKY PRASETYO

Saat ini, walau sudah beberapa waktu lalu, kata-kata Vicky Prasetyo, mantan tunangan Zaskia Gotik menjadi sangat populer dan menjadi bahan pembicaraan. Siapapun pasti mengetahui kata-kata "Kontroversi Hati", "Konspirasi Kemakmuran", "Labil Ekonomi", dan lain-lain.

Berikut ini kata-kata dari Vicky Prasetyo:
“Jika sebuah hubungan tidak di dasari oleh adanya perhatian dan kesetiaan maka bersiap – siaplah untuk menghadapi kontroversi hati yang sangat sulit untuk di pecahkan.”
“Di dalam sebuah perjalanan kehidupan yang meliputi cinta, karir dan berosialisasi tidak akan tercipta sebuah konspirasi kemakmuran jika di dalamnya tidak terdapat sebuah persamaan dalam sebuah tujuan.”
“Untuk menjungjung tinggi nilai harmonisisasi tidaklah mudah karena harmonisisasi hanya akan terwujud apabila kita tidak meremehkan segala persoalan dari hal yang terkecil sekalapin hingga hal yang terbesar yang kita temui dalam kehidupan.”
“Tidak ada unsur mengudeta dalam sebuah urusan cinta karena cinta adalah ketulusan untuk memberi dan menerima melalui perasaan yang sempurna.”
“Cinta itu buta karena cinta tidak pernah memandang statusisasi sesorang melalui tahta, rupa maupun harta.”

PERBAIKAN KATA:
Kontroversi Hati : Pertentangan atau gejolak di dalam hati.
EYD : Pertentangan atau Masalah
Berosialisasi :  Bersosialisasi
Konspirasi Kemakmuran : Proses untuk mendapatkan Kemakmuran secara bersama-sama.
EYD : Persekongkolan
Harmonisisasi : Proses untuk menjadi harmonis.
EYD : Harmonis atua selaras
Mengudeta : Perebutan sesuatu secara memaksa.
EYD : Memaksa
Statusisasi : Kedudukan seseorang
EYD : Status
Labil Ekonomi :  Suatu kondisi dimana kondisi ekonomi seseorang sedang tidak stabil.
Mempertakut : Membuat jadi lebih takut.
Mempersuram : Membuat jadi lebih suram atau buruk.

Saran:
Lebih baik menggunakan bahasa yang biasa saja ketimbang harus menggunakan bahasa tinggi namun salah dalam penerapannya”.

SUMBER:


GRAFIK KOMPUTER & PENGOLAHAN CITRA

Selasa, 15 Oktober 2013

EYD dan Tanda Baca

Artikel yang terdapat kata atau kalimat Tidak Baku.

Sumber:

http://malesbanget.com/2013/09/momen-timnas-indonesia-yang-gak-boleh-dilupakan/

Kemudian saya koreksi dan menjadi sebuah Artikel yang ejaannya sudah di sempurnakan :


Momen Timnas Indonesia Yang Tidak Boleh Dilupakan

Setelah kurang lebih 20 tahun tidak mendapatkan gelar(kalau tidak salah terakhir tahun 1991 SEA GAMES di Vietnam). Akhirnya Timnas Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-19 pada hari senin 22 september 2013 kemarin. Momen kemenangan para punggawa muda Indonesia ini tentunya membuat kita semua bangga sebagai rakyat Indonesia.
Selain gelar juara, ada banyak momen penting dari Timnas Indonesia yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Berikut MMDC kasih tahu beberapa momen Timnas Indonesia yang tidak boleh kita lupakan :
1. Indonesia Vs Kuwait (AFC Asian Cup 1996)
Menurut MMDC, ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah dilakoni Timnas Indonesia dan sekaligus pemain inti terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. Di depan kita punya duo Ronny Wabia dan Widodo C. Putra yang mempunyai naluri mencetak gol yang cukup tinggi. Di tengah ada Bima Sakti yang terkenal dengan tendangan gledeknya. Bagian belakang ada Aples Tecuari yang kokoh, dan gawang  dijaga oleh  Kurnia Sandy yang cukup tangguh. Indonesia bermain sangat cepat  dan membuat repot permainan Kuwait. Bahkan Indonesia berhasil unggul lebih dulu sebelum petaka menghampiri tim asuhan Danur Windo ini, setelah permainan keras Kuwait membuahkan cedera buat kiper utama Indonesia, Kurnia Sandy. Akhirnya, Indonesia harus puas bermain imbang 2-2.

2. Bicycle Kick Widodo C. Putro 

Masih di AFC Asian Cup 1996 dan di pertandingan yang sama. Walaupun bermain imbang, Indonesia sukses membuktikan kalau Indonesia punya pemain yang  patut diperhitungkan dengan kualitas dunia seperti Widodo C. Putro yang membobol gawang Kuwait dengan tendangan bicyclenya yang cukup indah dan fenomenal.

3. AFF Suzuki Cup 2010

Tentunya kita masih ingat sama event  ini, Di tahun ini sebenarnya bisa jadi titik balik buat sepak bola Indonesia setelah sekian lama terpuruk. Mungkin ini salah satu Timnas Indonesia yang paling terkenal. Kamu pasti masih ingat sama Markus Horizon, Firman Utina, Yongki Aribowo, Hamkah Hamzah, dan Bambang Pamungkas. di tahun ini Indonesia juga memperkenalkan dua pemain naturalisasi yaitu Irfan Bachdim dan Christian Gonzalez. Dua pemain ini, kemudian menjadi langganan iklan yang tidak  nyambung, seperti misalnya iklan sebuah produk sosis instan.
Indonesia tampil perkasa dan percaya diri dengan mengalahkan lawan-lawannya di babak penyisihan sampai ke babak semifinal. Tapi ternyata dewi fortuna tidak berpihak pada Indonesia (Ini sering dijadiin alasan). Di babak final, tim yang sangat dielu-elukan itu sepertinya sedikit lelah atau mungkin puas dengan ketenaran dan akhirnya kalah lawan Malaysia, yang sebenarnya di babak penyisihan grup sudah dikalahkan sama Timnas Indonesia.

4. Sepak Bola Gajah Indonesia vs Thailand (Tiger Cup 1998)

MMDC tidak hanya memberikan momen yang bagus tetapi juga momen yang kurang baik. Timnas Indonesi pernah melakukan hal paling tidak terpuji dalam sejarah sepak bola. Ini sebenarnya membuat Indonesia dan Thailand sama-sama mencoreng citra  sebuah pertandingan sepak bola.

Pada Tiger Cup 1998 yang berlangsung di Vietnam,  Indonesia  berada satu grup dengan  Thailand. Sebenarnya, kedua negara sudah berada di posisi aman untuk melaju ke babak semi final. Tetapi, karena alasan untuk menghindari melawan Vietnam. Pada pertandingan terakhir antara Indonesia vs Thailand, kedua tim sama-sama tidak mau untuk menang  karena yang akan menang dipastikan menjadi juara grup dan otomatis akan bertemu tuan rumah Vietnam di babak semifinal.

Pertandingan pun berlangsung berjalan dengan cukup membosankan. Kedua negarabermain setengah hati. Tetapi tetap untuk mencetak gol, karena kiper sama pemain bertahan juga bermain ogah-ogahan dalam  menjaga pemain lawan.
Singkat cerita sampai menit ke-90, skornya masih tetap 2-2 untuk kedua negara. Sebenarnya Indonesia kalau seri tetap menjadi juara grup . Pelan-pelan para pemain timnas Indonesia menggiring bola ke arah  pertahanan sendiri dan hal yang paling memalukan pun terjadi katika Mursyid Effendi dengan santainya memasukan bola ke gawang sendiri. Indonesia pun akhirnya berhasil mendapatkan keinginannya  menjadi peringkat dua di dalam grup dan menghindari melawan Vietnam di semifinal.





Senin, 07 Oktober 2013

PENTINGNYA BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA SISTEM INFORMASI

PENTINGNYA BERBAHASA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA SISTEM INFORMASI

Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.

Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang imendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras,gaya atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksilon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

Jenis-jenis Ragam Bahasa:

Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
·   Ragam bahasa undang-undang
·   Ragam bahasa jurnalistik
·   Ragam bahasa ilmiah
·   Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
      ·  Ragam bahasa cakapan
      ·  Ragam bahasa pidato
      ·  Ragam bahasa kuliah
      ·  Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
      ·  Ragam bahasa teknis
      ·  Ragam bahasa undang-undang
      ·  Ragam bahasa catatan
      ·  Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
     ·  Ragam bahasa resmi
     ·  Ragam bahasa akrab
     ·  Ragam bahasa agak resmi
     ·  Ragam bahasa santai

Fungsi Bahasa

Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi:

1. Untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
2. Untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
3. Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
4. Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ragam_bahasa
http://definisimu.blogspot.com/2012/10/definisi-bahasa.html